Tampilkan postingan dengan label Windows. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Windows. Tampilkan semua postingan

Senin, 02 Desember 2013



Sebuah masalah normal bagi pengguna komputer: setelah beberapa bulan, komputer yang kita miliki menjadi berjalan lebih berat karena program dan segala jenis hambatan lainnya. Untuk orang yang sangat awam, mereka mengira bahwa komputernya menjadi sangat jelek atau berpikir untuk menambah RAM agar lebih cepat.
Pengecekan secara berkala adalah hal yang paling sederhana dilakukan untuk membuat sebuah komputer bekerja maksimal dan berjalan normal. Berikut ini adalah 4 program yang akan membuat komputer berjalan lebih cepat, dan 4 program lainnya untuk memaksimalkan RAM yang ada.
MSConfig
Bagi mereka yang benar-benar butuh komputernya dalam keadaan maksimal, dapat menggunakan MSConfig. MSConfig dapat diakses dengan menekan tombol Win+R, di mana akan mengeluarkan window “Run”, dan ketik “msconfig”. Di bawah “Start Up”. ada program list dan dapat dijalankan ketika komputer menyala.

Memiliki banyak program yang berjalan ketika komputer menyala adalah salah satu alasan mengapa komputer berjalan sangat lama. Cara paling mudah adalah matikan program yang tidak perlu saat komputer menyala. Tapi hati-hati sebelum mematikan program karena bisa saja itu program yang memang dibutuhkan saat menyala.
CCleaner
CCleaner adalah kependekan dari “Crap Cleaner” dan itulah inti dari program ini. Makin lama, akan makin banyak file temporer yang akan tersisa di sistem anda dan memenuhi hard drive anda. Dengan program ini, anda bisa menghapus semua file tersebut.

Caranya sangat mudah, klik “Cleaner”,cek semuanya yang ingin dibersihkan, lalu klik “Analyze”. Kemudian anda akan melihat list yang CCleaner sarankan untuk dihapus dan berapa banyak space yang akan kosong setelah dibersihkan. Untuk menghapusnya, hanya cukup klik “Run Cleaner”.
Temp files bukan hanya file sampah yang menggangu komputer anda. Kunci register yang rusak juga merupakan masalah besar ketika berhubungan dengan sistem. Cara untuk membersihkannya sama dengan langkah di atas.

Revo Uninstaller
Revo Uninstaller adalah versi steroid dari pilihan Add and Remove Programs di panel kontrol, tapi ini juga men-scan komputer anda untuk semua file yang uninstaller normal tidak hapus, dan dihapus. Tampilan Revo sangat mirip dengan Add and Remove Programs.

Revo juga menggunakan sebuah panel yang memunculkan list semua program yang dapat dihapus. Menu ini dapat diakses dengan meng-klik ikon Tools.
Defraggler
Jadi setelah membersihkan file yang tidak diperlukan, akan banyak lubang pada tempat yang seharusnya diisi oleh file tersebut. Meski tidak terlihat penting, memiliki lubang seperti dapat melambatkan komputer anda juga, karena file anda yang lain menjadi pecah-pecah. Semakin banyak file yang terpecah, semakin lambat file tersebut diakses.

Defraggler adalah salah program gratis untuk mendefrag. Gambaran yang diberikan mengenai tempat yang akan ada setelah file disatukan memberikan gambaran yang baik.

Perintah-perintah dasar pada Linux


Linux diciptakan pada 1991, enam tahun berselang setelah perusahaan Microsoft didirikan. Meskipun saat ini Linux sudah menggunakan sistem grafis yang mudah, namun penggunaan command shell atau antar muka teks tidak dilupakan. Berikut adalah beberapa perintah dasar pada Linux yang menggunakan command line.
perintah dasar linux
  • man, perintah untuk menampilkan manual atau petunjuk, setelah kata man seharusnya ditambahkan nama program yang ingin dilihat manualnya.
  • Is -al, menampilkan seluruh isi file tanpa terkecuali yang dibuka layar per layar.
  • adduser, menambah pengguna pada sistem operasi Linux.
  • pwd, menampilkan direktori yang merupakan tempat anda berada saat ini.
  • cp, untuk menyalin file dari satu direktori ke direktori lain atau direktori sama dengan nama berbeda.
  • mv, untuk memindahkan file dan atau mengganti nama file.
  • rm, menghapus file, gunakan opsi –rf untuk mengahus direktori kosong.
  • Shutdown –r now, untuk mematikan sistem.
  • grep, mencari suatu pola teks dari sebuah input.
  • tail, menampilkan sepuluh baris terakhir dari sebuah file.
  • talk, membuat obrolan antarterminal seperti chatting.
  • tar, menyimpan file dan juga mengekstraknya dari sebuah sistem kompresi tar.
  • more, melihat output layar dengan tampilan layar per layar.
  • pine, membaca emai anda menggunakan tampilan teks saja.
  • Ismod, melihat berbagai modul kernel yang telah dimasukkan dan dijalankan oleh sistem.
  • clear, untuk membersihkan layar terminal dari output yang tidak terpakai.
  • cat, memperlihatkan isi salah satu file di layar, jika banyak baris menggunakan layar, gunakan perintah more dengan kombinasi tanda pipe ‘|’.
  • cd, untuk berpindah dari satu direktori ke direktori lain.
  • zip dan unzip, untuk melakukan operasi kompresi file menggunakan sistem zip.
Perintah dasar Linux berasal dari sistem operasi terbuka yang bernama Unix yang pada masa awal kemunculannya banyak dipakai instansi di Amerika karena kemampuan dayanya dan kekuatannya untuk dapat mengerjakan beberapa tugas dalam satu waktu (multitasking). Linux menggunakan sistem yang sama dengan pengembangan yang bersifat terbuka. Oleh karena itu perintah linux tidak bisa dipisahkan dari Unix karena Linux sendiri menyatakan dirinya adalah kloningan dari Unix, meskipun Linux bukanlah salah satu dari jenis Unix.
Saat ini memang banyak orang yang sudah terbiasa dengan sistem operasi komputer yang dibuat oleh Microsoft dengan Bill Gates sebagai pendirinya, yaitu Windows. Sehingga ini membuat kita tidak tahu bahwa sebenarnya ada sistem operasi lainnya di muka bumi ini. Sistem operasi tersebut salah satunya adalah Linux. Tidak bisa dipungkiri bahwa Windows memang mudah digunakan, istilahnya user friendly. Untuk pemakaian sehari-hari, itu sangat mudah sekali. Mulai dari pembuatan dokumen, laporan, perhitungan hingga presentasi semua bisa dilakukan dengan mudah di Windows menggunakan Microsoft Office. Namun dengan mengetahui dasar Linux ini dapat menambah wawasan kita tentang sistem operasi lain yang ada. (Robby Iswanto)

Mengenal Pengertian sistem operasi Ubuntu Linux


gambar desktop ubuntu
Pengertian linux ubuntu adalah suatu sistem distribusi Linux lengkap yang berbasiskan dari distribusi Linux Debian yang disponsori oleh Canonical Ltd milik Mark Shuttleworth. Ubuntu adalah sistem operasi Linux yang diberikan graphical user interface. Pada versi sebelum 10.04, GUI tersebut menggunakan GNOME, sedangkan setelahnya Canonical mengembangkan GUI sendiri yang diberi nama Unity.

Kenapa bernama Ubuntu?

Ubuntu adalah sebuah konsep atau ideologi yang berasal dari sebuah suku Afrika Selatan. Ubuntu biasa diartikan sebagai “rasa perikemanusiaan terhadap sesama manusia”. Ubuntu juga bisa berarti “aku ada karena keberadaan kita semua”. Nama ini dipilih untuk membawa semangat kemanusiaan yang terkandung di dalamnya ke dalam dunia perangkat Lunak. Kebetulan, Linux sesuai dengan semangat tersebut dikarenakan model lisensinya yang bebas dan bisa dijangkau oleh siapa saja.
pengertian ubuntu

Kenapa kita harus memakai Ubuntu?

Ubuntu sangat cocok bagi semua orang karena sistem operasi Linux ini tersedia secara bebas dan mempunyai dukungan luas yang berasal dari komunitas pengguna maupun ahli yang profesional. Komunitas Ubuntu Linux terbentu didasarkan atas gagasan yang terkandung dalam filosofi Ubuntu itu sendiri, diantaranya:
  1. Perangkat lunak harus tersedia dengan keadaan bebas biaya
  2. Aplikasi perangkat lunak harus dapat digunakan dalam bahasa lokal dan untuk orang yang memiliki keterbatasan fisik
  3. Pengguna perangkat lunak harus memiliki kebebasan untuk mengubah perangkat lunak tersebut sesuai kebutuhan mereka.
Hal inilah yang terdapat pada distro Linux pada umumnya dan Ubuntu pada khususnya. Keunggulan dari Linux itu sendiri sudah pas dengan filosofi Ubuntu, yakni bagaimana perangkat lunak bisa tersedia secara gratis dan bisa dimodifikasi sesuai keinginan dan kebutuhan kita.

Galeri Foto Tampilan antar muka linux ubuntu

Apa kelebihan sistem operasi Ubuntu?

Ubuntu memiliki kelebihan yang tentu saja ditularkan dari distro induknya, Debian. Tentu saja keunggulan Debian ini tidak lain karena Linux dan komunitasnya. Beberapa keunggulan Ubuntu diantara lain:
  • Belum ada virus yang sanggup menyerang Linux saat ini berkat sistem pengaturan perijinan di dalamnya. Pengguna biasa tidak akan bisa menyentuh file sistem, sehingga virus tidak bisa berkembang.
  • Antar muka tiga dimensi dapat bekerja pada jenis perangkat keras yang cukup rendah, jika dibandingkan dengan sistem operasi lainnya.
  • Ubuntu memiliki kompatibilitas terhadap perangkat keras yang luas berkat dukungan dari banyak vendor perangkat keras.
  • Ubuntu juga mudah digunakan, meskipun bagi orang awam harus belajar memulai dari awal, namun itu tidak masalah.
  • Untuk memiliki Ubuntu anda tidak dipungut biaya sepeserpun. Anda hanya tinggal download saja dari situs resminya.
  • Sekali anda menginstall Ubuntu, anda sudah dapat menggunakannya untuk melakukan pekerjaan komputasi seperti pekerjaan kantor, menggambar, browsing, chatting dan lain sebagainya.
Namun dibalik itu tentu Ubuntu memiliki beberapa kekurangan, diantaranya adalah keharusan terkoneksi internet supaya dapat mengupdate aplikasi serta dibutuhkan sedikit usaha untuk menemukan petunjuk karena minimnya pemakai Ubuntu di sekitar anda. (Robby Iswanto)
Ubuntu adalah salah satu distribusi Linux yang berbasiskan pada Debian. Proyek Ubuntu disponsori oleh Canonical Ltd (perusahaan milik Mark Shuttleworth). Nama Ubuntu diambil dari nama sebuah konsep ideologi di Afrika Selatan. “Ubuntu” berasal dari bahasa kuno Afrika, yang berarti “rasa perikemanusian terhadap sesama manusia”.
Ubuntu juga bisa berarti “aku adalah aku karena keberadaan kita semua”. Tujuan dari distribusi Linux Ubuntu adalah membawa semangat yang terkandung di dalam Ubuntu ke dalam dunia perangkat lunak.
Ubuntu adalah sistem operasi lengkap berbasis Linux, tersedia secara bebas dan mempunyai dukungan baik yang berasal dari komunitas maupun tenaga ahli profesional.
Komunitas Ubuntu dibentuk berdasarkan gagasan yang terdapat di dalam filosofi Ubuntu:
• bahwa perangkat lunak harus tersedia dengan bebas biaya
• bahwa aplikasi perangkat lunak tersebut harus dapat digunakan dalam bahasa lokal masing-masing dan untuk orang-orang yang mempunyai keterbatasan fisik, dan
• bahwa pengguna harus mempunyai kebebasan untuk mengubah perangkat lunak sesuai dengan apa yang mereka butuhkan.
Perihal kebebasan inilah yang membuat Ubuntu berbeda dari perangkat lunak berpemilik (proprietary); bukan hanya peralatan yang Anda butuhkan tersedia secara bebas biaya, tetapi Anda juga mempunyai hak untuk memodifikasi perangkat lunak Anda sampai perangkat lunak tersebut bekerja sesuai dengan yang Anda inginkan.
Rilis
Setiap rilis mempunyai nama kode dan nomor versi. Nomor versi berdasarkan tahun dan bulan dari rilis. Sebagai contoh, rilis Ubuntu yang pertama, 4.10, dirilis tanggal 20 Oktober 2004. Rilis ubuntu keluar setiap 6 bulan sekali tiap bulan April dan Oktober.
Rilis ubuntu biasanya terdiri dari 2 edisi, yaitu edisi Desktop dan Server. Perbedaan mendasar pada keduanya adalah pada versi desktop terdapat tampilan desktop manager sedangkan pada edisi server tidak ada, hanya command prompt saja.

Screenshot Ubuntu 6.10 (Edgy Eft) dengan menggunakan window manager Beryl
Daftar rilis Ubuntu yang telah dirilis dan yang direncanakan untuk dirilis:
Versi Tanggal Rilis Nama kode Sub Versi Didukung sampai
4.10 20 Oktober 2004 Warty Warthog Sounder 30 April 2006
5.04 8 April 2005 Hoary Hedgehog Array 31 Oktober 2006
5.10 13 Oktober 2005 Breezy Badger Colony 13 April 2007
6.06 LTS (Long Term Support) 1 Juni 2006 Dapper Drake Flight Juni 2009 (desktop)
Juni 2011 (server)
6.10 26 Oktober 2006 Edgy Eft Knot April 2008
7.04 19 April 2007 Feisty Fawn Herd Oktober 2008
7.10 18 Oktober 2007 Gutsy Gibbon Tribe April 2009
8.04 LTS (Long Term Support) 21 April 2008 Hardy Heron Siege April 2011 (desktop)
April 2013 (server)
8.10 30 Oktober 2008 Intrepid Ibex
9.04 23 April 2009 Jaunty Jackalope
9.10 Karmic Koala

Cara Menginstal Ubuntu Dan Windows 7 Dalam Satu komputer - Dual Boot Mode

Ubuntu - Untuk mengenal dan mempelajari Linux adalah suatu hal yang mudah, hanya memerlukan keinginan kuat dan sedikit keberanian saja. Bagi pengguna Windows hal yang ditakuti saat ingin berganti ke Linux adalah resiko kehilangan data dan file-file penting, sehingga banyak yang beranggapan untuk belajar Linux diperlukan sebuah PC baru untuk menginstalnya.

Menginstal dan menjalankan Linux tidak dibutuhkan sebuah PC baru. Berikut ini akan kami sampaikan cara menginstal Ubuntu Linux dan Windows 7 dalam satu PC. Ini adalah cara aman sehingga diharapkan instalasi Ubuntu yang akan dilakukan tidak sedikitpun mengubah harddisk yang telah berisi Windows.

Kami mengasumsikan anda memiliki sebuah PC dengan harddisk yang telah terinstal Windows didalamnya. Anda cukup menambahkan sebuah harddisk baru sebagai tempat menginsatl Ubuntu. Harap perhatikan ini, silahkan letakkan harddisk yang baru ditambahkan sebagai harddisk utama (primary) dan ubah harddisk yang telah berisi Windows sebagai harddisk kedua (secondary) jika anda menggunakan harddisk ATA, mengapa demikian?... ini adalah langkah untuk menghindari penimpaan boot sector harddisk yang telah berisi Windows oleh boot menu Ubuntu (grup / lilo). Jika anda menggunakan harddisk dengan koneksi Serial ATA (SATA), letakkan harddisk baru pada port SATA 1 dan pindahkan harddisk lama pada port SATA 2.

Silahkan jalankan komputer anda, atur supaya boot device pertama adalah CD/DVD untuk menjalankan Ubuntu Live CD. Tunggulah beberapa saat hingga sistem Ubuntu selesai di muat...


Pada jendela berikutnya pilih opsi "Try Ubuntu 10.04 LTS"...

Tunggu hingga destop Ubuntu 10.04 ditampilkan... Jalankan Instalasi dengan mengklik ganda ikon "Install Ubuntu 10.04 LTS"... Installer Ubuntu akan segera dijalankan...

Pada opsi pilihan bahasa, pilih bahasa yang ingin anda gunakan. Klik "Forward" untuk melanjutkan...

Pada jendela berikutnya silahkan tentukan wilayah waktu (time zone) tempat anda berada. Klik "Forward" untuk melanjutkan...

Pada jendela setting keyboard, aturlah susunan keyboard yang anda gunakan atau biarkan pada setting default jika anda menggunakan keyboard standard USA. Klik "Forward" untuk menuju langkah selanjutnya....

Langkah berikutnya adalah bagian yang sangat penting, berhati-hatilah saat anda memilih harddisk yang akan digunakan menginstal Ubuntu. Dalam contoh ini kami menambahkan Harddisk baru berkapasitas 20 GB dan telah memiliki dua partisi masing-masing berformat NTFS. Silahkan pilih opsi ketiga "Specify partitions manually (advanced)" untuk membuat partisi secara manual. Klik "Forward" untuk melanjutkan...

Ingat... harddisk baru yang anda tambahkan berada pada posisi "Primary" (harddisk utama), sehingga Ubuntu akan mengenalinya dengan /dev/sda sedangkan harddisk yang telah berisi sistem Windows berada pada posisi "Secondary", sehingga dikenali sebagai /dev/sdb (lihat gambar dibawah untuk lebih jelasnya). Hapus semua partisi yang ada pada /dev/sda. Pilih /dev/sda1 lalu klik tombol "Delete", ulangi langkah ini untuk /dev/sda2 sehingga anda hanya akan memiliki sebuah partisi kosong pada /dev/sda (langkah ini mengacu pada contoh harddisk yang kami tambahkan dimana didalamnya telah memiliki dua partisi NTFS, jika harddisk yang anda tambahkan dalam kondisi kosong tanpa partisi, langkah ini tidak perlu anda lakukan).

Klik tombol "Forward" untuk melanjutkan ke langkah berikutnya...

Dibawah /dev/sda, pilih "free space" lalu klik tombol "Add" untuk membuat partisi baru...

Partisi pertama yang akan kita buat adalah partisi swap, pada jendela yang ditampilkan, pilih opsi "swap area" pada menu dropdown "Us as:". Tentukan kapasitas partisi swap yang anda kehendaki pada kolom "New partition size...", dalam contoh ini kami isi dengan 2000 mb (2 gb). Klik "OK" untuk mulai membuat partisi swap...

Ulangilah langkah sebelumnya, pilih free space lalu tekan tombol "Add", pada jendela yang ditampilkan, pilih opsi "Primary" pada "Type for the new partition". Tentukan kapasitas partisi yang anda buat, dalam contoh ini kami membuat partisi sebesar 10000 mb (10 gb). Pada "Us as" pilih "Ext4 journaling file system" lalu pilih opsi "/" pada pilihan "Mount point". klik "OK" untuk membuat partisi "/"....

Berikutnya adalah membuat partisi /home, plih sisa free space lalu klik "Add". Pilih "Primary" untuk "Type for new...", pada kapasitas partisi gunakan seberapapun sisa ruang yang masih ada. Pada "Us as" pilih "Ext4 journaling file system" lalu pilih opsi "/home" pada pilihan "Mount point". klik "OK" untuk membuat partisi "/home" (untuk lebih jelasnya, silahkan lihat gambar)....

Kini partisi yang dibutuhkan telah siap, klik "Forward untuk melanjutkan proses berikutnya. Isi semua informasi yang diperlukan, nama lengkap anda, user name (digunakan untuk log in), password dan nama komputer yang ingin anda gunakan. Klik "Forward" untuk melanjutlan instalasi...

Menentukan dimana boot loader akan diinstal, klik "Advanced" untuk menentukan lokasi boot loader...

Berhati-hatilah... pastikan checbox "Install boot loader" telah anda centang, pada "Device for boot loader installation" pastikan anda telah memilih "/dev/sda" jangan pada lokasi lain, lanjutkan dengan mengklik tombol "OK"...

Setelah selesai menentukan lokasi boot loader, kini saatnya memulai proses instalasi Ubuntu 10.04, klik "Install" untuk melanjutkan proses instalasi....

Instalasi segera dijalankan, ini akan memerlukan beberapa waktu bergantung pada spesifikasi komputer yang anda gunakan. Tunggulah hingga proses diselesaikan....

Setelah proses instalasi selesai, segeralah reboot komputer anda, CD/DVD Ubuntu secara otomatis akan dikeluarkan, ambil CD/DVD anda, lalu tekan enter untuk menyalakan kembali kumputer...

Nahh.. kini anda telah memiliki dua sitem operasi dalam komputer anda. Saat anda ingin menjalankan Ubuntu 10.04, pilih opsi "Ubuntu with Linux 2.6..." pada menu Grup lalu tekan enter...

Ubuntu 10.04 akan segera dijalankan untuk anda...

Dan saat anda ingin menjalankan Windows 7, pilih opsi "Windows 7 ..." dengan cara menekan tombol panah kebawah pada keyboard lalu tekan enter...

Windows 7 pun siap anda gunakan...

Selamat mencoba...
Cara Install Ubuntu 12.04

Ubuntu merupakan salah satu distro linux yang populer di dunia. Ubuntu 12.04 LTS adalah versi Ubuntu yang didukung paling lama oleh pengembang dengan dukungan untuk lima tahun ke depan. Ubuntu 12.04 sudah memasuki update ke 2 yaitu versi 12.04.3, hadir dengan banyak  perbaikan pada Unity. Anda benar-benar dapat mengunduh dan memasangnya dengan GRATIS di komputer anda.










Download






Ada 2 jenis file ISO dari Ubuntu, yaitu 32 bit dan 64 bit. Aturan umum yang sering di pakai :

Jika ukuran RAM komputer lebih besar dari 4 GB pilih yang 64 bit, jika kurang dari 4 GB, pilih yang 32 bit.
Jika masih ragu, untuk lebih amannya download saja yang 32 bit.

Download Ubuntu 12.04.3 32 bit :


Download Ubuntu 12.04.3 64 bit :



Membuat Installer
Disini sobat dapat membuat installer pada DVD atau di USB Flashdisk.

Tahap Instalasi

Gantilah urutan booting BIOS Anda ke drive CD/DVD Rom sebagai pilihan pertama, jika menggunakan CD/DVD. Atau booting ke flashdisk jika menggunakan flashdisk sebagai installer.

Jika proses booting CD/DVD ubuntu berjalan dengan lancar, maka anda akan mendapatkan tampilan seperti berikut.

Cara Install Ubuntu 12.04

Ada 2(dua) pilihan yang diberikan, yaitu Try Ubuntu untuk mencoba Ubuntu melalui Flashdisk/DVD secara langsung dan dapat juga menginstallnya melalui menu Install Ubuntu di dalamnya.

Atau jika ingin langsung menginstall tekan tombol Install Ubuntu.

Cara Install Ubuntu 12.04

Selanjutnya Pada Gambar dia atas "Preparing to install ubuntu". Anda minimal harus mempunyai ruang hardisk minimal sebesar 4,5 GB, dan pastikan mempunyai daya baterai yang cukup jika di install pada laptop.

Jika komputer terhubung ke internet, anda dapat mencentang Download Update While Installing untuk mendownload semua update dan Install third party software untuk mendownload codecs multimedia untuk memutar file video dan audio nantinya dan aplikasi tambahan sambil menginstall.

Namun saya sarankan tidak perlu mecentang karena akan membuat proses penginstallan berjalan lama. Sebagai gantinya anda dapat melakukan installasai codecs multimedia dan melakukan pembaruan sistem setelah Ubuntu terpasang.

Jadi langsung aja klik Continue untuk melanjutkan.

Cara Install Ubuntu 12.04

Selanjutnya Anda bisa memilih cara menginstal pilih Erese disk and install Ubuntu karena Hard Drive saya masih kosong. Mungkin ada sedikit perbedaan disini.  Jika komputer anda sudah terpasang Sistem Operasi Windows, anda dapat menemukan menu Delete Windows and Install Ubuntu dan menu Shrink Windows and Install Ubuntu Alongside.

Cara Install Ubuntu 12.04

Akan Muncul Layar seperti gambar di atas, langsung saja klik Install Now untuk instalasi Ubuntu.

Cara Install Ubuntu 12.04

Selanjutnya memilih Zona Waktu. Tetapkan zona waktu di daerah anda. Misalnya Jakarta


Cara Install Ubuntu 12.04

Memilih tipe Keyboard. Jika bingung biarkan saja Default. Lalu pilih Continue.


Cara Install Ubuntu 12.04

Isi data-data berikut seperti Nama Lengkap, Nama Komputer, Username, dan Password. Anda juga dapat memilih apakah ingin login otomatis ketika komputer di hidupkan atau menginginkan memasukkan password terlebih dahulu.

Anda juga dapat menentang Encrypt my home folder. Tapi saya sarankan tidak perlu. Karena akan menyusahkan anda nantinya.

Cara Install Ubuntu 12.04

Lalu akan muncul slideshow seperti berikut. Tunggu hingga proses instalasi selesai. Lalu Reboot/ Restart komputer anda.

Selamat mencoba. ^_^

Ada banyak cara untuk membuat Linux Live USB yang memungkinkan kita dapat menjalankan Distro Linux melalui media flashdisk, seperti dengan menggunakan Pendrive Linux dan Unetbootin. Tetapi kali ini saya akam mencoba membahas mengenai cara membuat Linux Live USB menggunakan aplikasi yang bernama LiLi.


LiLi mempunyai beberapa keunggulan dibandingkan linux usb creator lainnya, misalnya :


  • Hidden Instalation. LiLi dapat menyembunyikan file-file Instalasi Linux pada Flashdisk, sehingga flashdisk tetap terlihat bersih.
  • Check File. Dapat memerikasa apakah file rusak atau tidak.
  • Dapat menginstall virtualbox otomatis, sehingga memungkinkan untuk menjalankan Linux Live tanpa harus Restart terlebih dahulu.
  • Persistence. Memungkinkan kita dapat menyimpan data dan perubahan pada USB Flashdisk.
Cara membuat Linux Live
LiLi - Linux Live Creator
Untuk lebih jelasnya mengenai fitur-fitur dari LiLi, dapat mengunjungi websitenya di http://www.linuxliveusb.com. Download LiLi klik disini.
Diperlukan 5 langkah saja untuk membuat Linux Live USB dengan LiLi, dan itu sangatlah mudah. Berikut tutorialnya :
STEP 1
Cara membuat Linux Live
"Choose a usb key", pilih USB mana yang akan dibuat bootable linux. Sebelumnya USB Flashdisk sudah di colokkan ke port usb pada komputer.
STEP 2
Cara membuat Linux Live
"Choose a Source", Pada bagian ini kamu memilih sumber yang akan di buat Live USB. Dapat dari ISO file, CD, atau dapat juga kita mendownload langsung. Tetapi saya sarankan dari ISO File saja, agar lebih cepat.
STEP 3
Cara membuat Linux Live
"Persistence". Bagian ini kita memberikan space buat update terbaru dari linux bootable USB yang dibuat, ini istilahnya Persistence. Memberi 0 MB berarti hanya Live mode.
Tidak semua disto linux dapat dibuat persistence, distro Ubutu dan turunannya biasanya mendukung fitur persistence.
STEP 4
Cara membuat Linux Live

1. Hide Created Files on Key
Pilihan ini silakan dicentang, karena akan menghidden atau meny file linux yang dibuat sehingga tidak mengganggu karena flashdisknya terlihat file-file installer.

2. Format the key in FAT32
Jangan dicentang jika tidak ingin semua file yang ada di Flashdisk terhapus. Hati-hati jika ingin mencentang pilihan ini.

3. Enable Launching LiLi in Windows
Pilihan ini agar Lili bisa di jalankan langsung pada Windows (butuh koneksi internet untuk download VirtualBox, ukuran file installernya sekitar 58MB).

STEP 5

Cara membuat Linux Live
"CREATE". Jika kita sudah melakukan step demi step di atas dengan benar, tinggal mengklik gambar Petir. Tunggu sampai proses selesai. Sambil menunggu proses ini selesai, kamu dapat di temani dengan beberapa potong roti dan kopi. ^_^

Selamat mencoba.
Robby Iswanto Blog